Diet Hipertensi

Penderita hipertensi di negara-negara maju diperkenalkan dengan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Maksud diet ini adalah memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan produk susu rendah lemak untuk menurunkan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi pun lebih kaya serat dan mineral yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah (kalium, magnesium dan kalisum). Kalium bekerja mengatur keseimbangan jumlah natrium dalam sel. Kalsium dan magnesium bermanfaat secara tidak langsung untuk membantu mengendalikan hipertensi.

Diet DASH kemudian di kombinasikan dengan pengurangan konsumsi natrium agar penurunan tekanan darah lebih optimal. Hasil penelitian DASH-Natrium oleh National Heart, Lung and Blood Institute pada 2001 mampu memperkuat tujuan tersebut. Dengan membahas konsumsi natrium dan memperbanyak makanan sehat, hipertensi bisa dikendalikan dan kenaikan tekanan darah dapat dicegah. Penderita hipertensi yang membatasi asupan natrium sebanyak 1.500 mg per hari dan memperbanyak konsumsi makanan sehat selama 30 hari mampu menurunkan angka sistolik rata-rata 7,1 mmHg.

Pembatasan asupan natrium 1.500 mg per hari diakui para peneliti cukup sulit diterapkan, mengingat banyak sekali bahan makanan yang kadar natriumnya cukup tinggi. Apalagi masyarakat Indonesia cenderung memiliki pola makan sarat bumbu dan tinggi natrium. Angka tersebut sebenarnya jauh lebih tinggi dari kebutuhan natrium harian (500 mg) tetapi lebih rendah dari yang disarankan WHO (2.400 mg). Namun diet DASH-Natrium bisa menjadi jalan tengah sehingga penderita hipertensi masih bisa menikmati makanan sehat dengan rasa yang nikmat (tidak hambar).

Diet DASH-Natrium lebih mudah dilakukan dengan mengikuti prinsip berikut ini :

1. Padi-padian, Umbi-umbian, Tepung-tepungan dan Produk Olahannya

3-4 sajian per hari. Bahan makanan yang termasuk golongan ini yaitu : roti, sereal, nasi, pasta, makaroni, mi, oat, tepung jagung, tepung terigu, singkong, ubi. Pilihlah bahan makanan segar yang lebih kaya serat, karbohidrat, rendah lemak dan zat-zat gizi lain dibandingkan produk olahannya.

2. Buah-buahan dan Sayuran

4-5 sajian per hari. Selain kaya serat dan mineral penting, kelompok makanan ini mengandung zat fitokimia yang bermanfaat mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler dan kanker. Ini mudah dilakukan karena tidak ada batasan jumlah yang dikonsumsi

3. Susu dan Produk Susu

2-3 sajian perhari. Selain sumber kalsium dan vitamin D yang baik, susu dan semua produk susu kaya protein. Pilihlah susu dan produk olahannya yang rendah lemak seperti susu skim, susu kedelai, atau yogurt.

4. Daging Sapi, Ayam, dan Ikan

2 sajian atau kurang (170 gram atau kurang per hari). Sumber protein hewan ini kaya vitamin B, magnesium, zat besi, dan seng. Di antara ketiga makanan ini, ikan merupakan pilihan paling sehat. Kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan mampu mengurangi resiko timbulnya ritme jantung yang abnormal yang memicu kematian mendadak.

5. Sayur Kacang-Kacangan, Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

4-5 sajian per minggu. Kelompok makanan ini mengandung magnesium, kalium, fitokimia, dan serat. Ini adalah sumber protein nabati yang rendah lemak dan tidak mengandung kolesterol, seperti kacang merah, kacang tanah, buncis, kedelai. Sebagian besar lemak dalam kacang-kacangan dan biji-bijian menyehatkan karena merupakan lemak tak jenuh tunggal.


=====================================

>>> Kapsul Cellery Membantu Mencegah, Mengatasi dan Mengobati Hipertensi (Darah Tinggi), Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Makanan Darah Tinggi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *